Skip to main content

Posts

Kawan?

Recent posts

Hias

Hiasan apa itu
Dari mana dia datangnya
Kehampaan ini menenangkan
Biarkan aku begini
Biar dengar koyakan hati
Biar duka menertawaiku
Biar luka puas

MUZ XVIII

Sulit untuk ku percaya
Perasaan ini begitu melelahkan
Luka bilang tidak mudah memaafkan
Sedang cinta menerima segala kesalahan
Mengapa kau begitu menyiksa hatiku
Sedang aku tidak mampu mengabaikanmuTajamnya pedang di tanganmu
Tidak lebih mampu menyakitiku
Ketidakmampuan mencegah perpisahan
Penyesalan dan lukamu
Mengapa aku ikut menderita
Jangan melakukannya padaku
Sungguh meski aku marah padamu
Tak sedikitpun cinta berkurang untukmu

MUZ XVII

Keindahan itu ada di mana-mana
Dalam diam, kesunyian
Tersembunyi dalam keraguan
Perasaan pada seorang kekasih
Angin yang menguraikan rambut
Ketegasan kelopak mata
Secangkir kopi pahit
Wajah yang manis
Suara kedatangan kekasih
Bayangan yang tersenyum
Penuh kecemburuan
Kemarahan yang aneh
Semua ada pada dirimu
Segalanya dihiasi untukku
Ya Raab,

MUZ XVI

Kadang kesalahpahaman ada
Dan kita tidak bisa menghindarinya
Bahkan cinta tak bisa menguraikan
Jalan nampak mulai berseberangan
Canggung untuk dikatakan
Ikatan yang dililit merenggang
Karena panasnya bara kekesalan
Perlahan saling mengabaikan
Namun cinta memberi penolakan
Dan meminta perhatian
Untuk mengalah menunduk
Hanya waktu yang dapat menyelamatkan

Hare I

Diam itu teka teki
Satu perasaan yang tak bisa berhenti
Perjalanan mencari arti
Pengembaraan seorang diri
Bahkan meski ku tulis
Harapku, sedihku, kedukaan yang menimpaku
Bagaimana caramu memahami

MUZ XV

Mereka tidak tahu
Kini berbagai bunga tumbuh subur di sanubariku
Entah itu mawar, lily, atau melati
Wanginya mengabarkan berita kedatangan pujaan hatiMereka tidak tahu
Kini hatiku terikat dengan hatimu
Kegelisahan di matamu
Namun rasa sesak justru memenuhi uratku
Dukamu jadi empedu bagikuMereka tidak tahu
Kini rindu mengoyak-koyak
Kau dan aku