Skip to main content

Posts

Undangan

Recent posts

Aku Datang

Kedatanganmu,
Angin surga atau tipu daya
Aku ragu pada asmara
Dia membelah jiwa
Membuat raga sirna
Senyummu, manis pucuk bunga
Teman lama penuh pesonaJika sendiri adalah keputusan
Lalu mengapa aku menderita?
Menunggu suara kalbumu
Dalam kegelapan terdengar syahdu
Penyelamat dan racun kasihku
Dia yang ku tunggu penuh rindu
Meski terhalang rintang
Bagaimana bisa aku tinggalkanSambutlah aku,
Entah hidup atau berkabung
Aku akan sampai dipelukmu
Bersamamu

Norma

Bukankah lama aku menjauh
Entah itu siang maupun malam
Adalah masalahku selalu memikirkanmu
Hatiku marah mendengar perkataanku
Sudah lama menghianati rasa
Peduliku, cinta yang mengembara
Perhatian dan acuhan pelipur lara
Sebab tak punya alasan bersamaAku harus mengiba pada siapa
Entah itu permintaan
Atau kau sebut pengampunan
Aku terlanjur mencintaimu
Takut dan menderita karena waktu
Tidak peduli norma yang berlakuHati tetap tak setuju
Ketika jauh darimu

Pulang Ke Bulan

Kepalsuan ini sangat menyedihkan
Aku, kau dan banyak lagi
Tidak yakin siapa yang memulai
Keraguan pada dunia
Para penghuninyaBerdasi mengeruk uang negeri
Sedang si miskin menangis
Susah payah mengisi perut sendiri
Ada yang duduk santai bergaji
Siapa yang peduli
KomplitKapan kita pulang ke bulan?

E I

Cinta, aku tidak melihatnya
Aku tidak merasakannya
Aku tidak menyangka dia ada
Aku tidak perlu mengakuinya
Aku tidak ada huhungan dengannya
Aku tidak peduli

Kunang III

"andai" membunuhmu pelan-pelan
Dia menenggelamkanmu dalam angan-angan
Menawarkan keindahan
Seolah pujaan hati dalam pelukan
Nirwana penuh kebahagianDia menertawakan kenyataan
Jarak, jauh dari genggaman
Susah payah menyambung jalinan
Tak sampai, tertelan jaman
Pahit yang dirasakan
Harapan jatuh berantakan
Hati patah tak terselamatkan

Nta

Aku menilai dari diriku
Cinta, bukanlah perkara mudah
Perasaan itu tidak bisa ku mengerti
Tidak seperti gula, manis
Asin garam dapur
Bukan juga cabe yang pedas
Pertanyaan definisi yang anehHati tidak dapat menjelaskan
Pikiran menolak ikut campur
Namun, sesuatu terjadi
Sebuah bagian raga merasakan
Cinta, bagaimana bisa kau menyebutnya
Sedang kau tidak mengerti batas-batasnya